Katanya rindu itu harus dilebur biar tak menyiksa batin. Kalau tak dilebur akan semakin menyiksa. Beruntung kamu yang masih bisa melebur rindu dengan pertemuan. Beruntung kamu yang bisa melebur rindu dengan suara yang saling terdengar. Segera dilebur agar tak semakin menyiksa.
Lantas bagaimana jika sudah bertemu namun rindu tak mau melebur ? Dengan cara apalagi agar tak semakin bertambah ?. Seperti halnya kalian, melebur rindu dengan suara yang saling terdengar.
Namun nihil rindu semakin memaksa masuk dan bertambah. Tak pernah terdengar lagi darinya. yang terdengar hanya dariku.
Lantas hal apa lagi yang harus di perbuat?. Menemuinya ? Benar, itu cara lainnya. Saat ditemui pun dia tak terlihat. Dia tekukung. Tak apa setidaknya sudah dicoba melebur rindu.
Lagi-lagi nihil, semakin dan semakin bertambah berat rindu ini. Lelah dan menyerah pernah menghampiri. Untung saja hanya manghampiri lalu singgah sekejap tak menetap.
Ku temui ku perdengarkan suaraku. Tak merdu memang terdengarnya. Tak apa toh siapa peduli.
Namun nyata lagi-lagi dia tak ku lihat. Sungguh si abu-abu dan si coklat itu mengganggu. Menghalangi pandang dan pendengaran. Gelap dan sunyi.
Tuhan perdengarkan doa-doaku untuk dia. Perlihatkan usahaku kepada dia.
Tuhan jangan redam rindu ini. Namun segala khilaf dan kekurangannya. Jangan redam kasih sayangnya karna masih bisa terasa. Meski tak lagi kulihat sekalipun aku di depannya. Meski tak ku dengar sekalipun aku disisnya. Biarkan aku tebuai dalam rindu hingga terlelap.
-02/5/2016-