Senin, 06 Juni 2016

Rindu itu ...

Rindu adalah senyawa yang kerap membuat hati sesak, tetapi tetap diinginkan untuk berdiam disana.
Rindu itu aneh dia muncul ketika ingatan sedang berproses, entah melupakan pun mengingat.
Rindu itu unik dia tak mudah terurai sekalipun hati berusaha mengurangi.
Sama halnya hati, rindu tak pernah tepat waktu untuk datang, entah itu terlambat pun terlalu awal.
Sama halnya cinta, rindu slalu tak tau diri, entah muncul saat sendiri pun beramai.
Melebur rindu ? Bukan dengan percakapan udara pun berkabar maya, bertemu satu cara melebur agar tak terlalu lama tertahan.

(06/06/2016)

Selasa, 17 Mei 2016

Asa palsu

Jangan datang kalau hanya memberi asa. Jangan kembali kalau hanya sekedar menyapa. Jangan berhenti kalau ujungnya tak disini. Lanjutkan selelahmu jangan menengok karna tak kan kau lihat lagi dia pun aku. Berjalan sekuatmu berhentilah di akhiranmu. Jangan memberi pun membuat asa palsu. Bukan aku atau dia tapi kamu  yang luka.

Rabu, 11 Mei 2016

"Berhenti jangan memaksakan, kan terlihat mana yang tulus dan tak. Menyerah kan, toh percuma di simpan kalau tak berasa. Biarkan saja, bagaimanapun itu berhak tumbuh. Entah di dalam pun diluar. Dilihat saja, sampai mana mampu bertahan. Dihadapi dulu, tak mampu ya putar arah. Takut ? Wajar manusiawi. Percaya tuhan tak lelap kok." (11/05/2016)

Senin, 02 Mei 2016

Melebur rindu

Katanya rindu itu harus dilebur biar tak menyiksa batin. Kalau tak dilebur akan semakin menyiksa. Beruntung kamu yang masih bisa melebur rindu dengan pertemuan. Beruntung kamu yang bisa melebur rindu dengan suara yang saling terdengar. Segera dilebur agar tak semakin menyiksa.

Lantas bagaimana jika sudah bertemu namun rindu tak mau melebur ? Dengan cara apalagi agar tak semakin bertambah ?. Seperti halnya kalian, melebur rindu dengan suara yang saling terdengar.
Namun nihil rindu semakin memaksa masuk dan bertambah. Tak pernah terdengar lagi darinya. yang terdengar hanya dariku.

Lantas hal apa lagi yang harus di perbuat?. Menemuinya ? Benar, itu cara lainnya. Saat ditemui pun dia tak terlihat. Dia tekukung. Tak apa setidaknya sudah dicoba melebur rindu.
Lagi-lagi nihil, semakin dan semakin bertambah berat rindu ini. Lelah dan menyerah pernah menghampiri. Untung saja hanya manghampiri lalu singgah sekejap tak menetap.

Ku temui ku perdengarkan suaraku. Tak merdu memang terdengarnya. Tak apa toh siapa peduli.
Namun nyata lagi-lagi dia tak ku lihat. Sungguh si abu-abu dan si coklat itu mengganggu. Menghalangi pandang dan pendengaran. Gelap dan sunyi.

Tuhan perdengarkan doa-doaku untuk dia. Perlihatkan usahaku kepada dia.
Tuhan jangan redam rindu ini. Namun segala khilaf dan kekurangannya. Jangan redam kasih sayangnya karna masih bisa terasa. Meski tak lagi kulihat sekalipun aku di depannya. Meski tak ku dengar sekalipun aku disisnya. Biarkan aku tebuai dalam rindu hingga terlelap.
 -02/5/2016-

Jumat, 29 April 2016

Ini cinta bukan racun

"Kalau sudah lelah berjuang tinggal kan saja. Jangan memberi harapan kalau tak mampu. Jangan kembali kalau dari sana saja hati tak mampu di jaga. Jangan melihat kan kalau membutakan. Sembunyikan saja kalau untuk sekedar menghargai tak mampu di lakukan. Ini hati bukan empedu. Ini cinta bukan racun." (30/04/2016)

Kamis, 28 April 2016

Bukan cinta yang salah tapi jatuh.

"Jatuh cinta itu ? Indahkah ? Menyakitkankah ?. Pernahkah kau jatuh cinta pada orang yang tak tepat. Jatuh cinta dihati yang salah. Dan jatuh disaat kau benar-benar mencintai cintanya ?. Jika jatuh cinta itu indah maka tak perlu adanya "orang yang tak tepat". Jika jatuh cinta itu indah maka tak ada "hati yang salah". Jika jatuh cinta itu menyakitkan maka luka saat terjatuh terasa perih. Salahkan saja jatuhnya yang membuat terluka dan perih. Jangan salahkan cintanya. Cinta itu tak melulu tentang jatuh. Cinta itu beragam seperti halnya kata dalam kalimat. Seperti halnya bait dalam syair. Seperti halnya bintang dalam langit gelap. Bukan hanya indah pun menyakitkan. Bukan hanya jatuh tapi juga bangun. Karna setiap yang jatuh nantinya akan bangun. Setiap yang tercoba nantinya kan berhasil. Setiap yang sabar kan bahagia. Setiap yang ikhlas kan sejahtera. Ya begitulah yang ku tahu. Tak banyak memang, yang pasti saat sudah ter'jatuh' jangan pernah lupa untuk terbangun." (29/04/2016)

Rabu, 27 April 2016

Berbahagia dalam gelap

Ku dengar kamu sedang berbahagia. Selamat !!! Sekali lagi selamat atas kebahagianmu.
" Jangan menutup hati untuk kebahagian seseorang, karna itu hak seseorang. Cukup tutup matamu, rasakan saja bagaimana euforia kebahagiaan seseorang itu. Tak usah berkomentar terlalu panjang, terdengar mungkin tapi belum tentu didengarnya. Cukup bersyukur berdoa dalam hati bagaimanapun semua akan jauh lebih baik jika itu memang jalannya. Jangan memaksa atau terpaksa, karna itu tak baik. Doakan saja seseorang itu semoga lekas sadar dan menyadari.” (April2016)

Kita itu aku dan kamu.

Suatu hari entah kapan aku lupa, kau pernah berucap "Aku akan berjuang untuk dan demi kita, apapun halarintang aku tak peduli, karna kamu adalah aku". Pun sekarang aku masi mengingatnya, apa kau juga ? Kurasa iya, namun hanya sekedar mengingatnya saja bukan ?.
" Bukan hanya aku atau kamu yang berjuang. Tapi kita. Bukan hanya kamu atau aku yang akan melewati halarintang. Tapi kita. Kenyataan memang kamu yang berjuang, sedang aku tidak. Nyatanya hanya aku yang mengingat. Kamu tidak. Bersama itu adanya aku dan kamu. Bukan kamu dengan dia, atau aku dengan dia. Bahagia itu karna kita yang ciptakan. Bukan dia, dia dan dia. " (27/4/2016)

Senin, 25 April 2016

Hanya tau bukan mengenal

" Aku tak perlu memperkenalkan siapa aku, karna aku yakin kalian pasti tau aku. Tanpa aku bercerita bagaimana aku, disana sudah banyak judul tentangku, sudah banyak cerita siapa aku. Untung aku tak perlu repot mendiskripsikan dari A hingga Z. Heran bagaimana bisa sepintar itu mengarang dan percaya ? Kalian hanya sekedar tahu bagaimana aku bukan mengenal sebagaimana adanya aku. "
(25/04/2016)

Kamis, 14 April 2016

Mendung menyapa

Pemandangan indah ketika bangun dari istirahat malam ialah langit mendung. Jika menurutmu itu tak indah, mengapa ?
Ini indah menurutku. Karna sejuk yang dirasa bukan terik. Sejuknya mendung mampu memelukku dari lelah, meski nantinya aku akan bersua dengan hujan. Yang bukan lagi sejuk namun dingin yang mungkin berlebih.
(15/04/2016)